Hernia skrotalis adalah kondisi medis yang muncul ketika
bagian usus atau jaringan lainnya mencuat melalui saluran di area selangkangan, yang umumnya terjadi pada pria. Saat hernia ini terjadi, sebagian dari usus atau jaringan tubuh lainnya menembus dinding perut atau celah yang lemah di sekitar area selangkangan dan skrotum. Meskipun keadaan ini dapat tampak ringan pada awalnya, hernia skrotalis memerlukan perhatian medis segera karena dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.
Apa Itu Hernia Skrotalis?
Hernia skrotalis adalah jenis hernia inguinal yang berdampak pada bagian skrotum (kantung zakar) pada pria. Hernia ini muncul ketika bagian dari usus atau jaringan lemak menonjol ke dalam saluran inguinalis yang menuju ke skrotum. Saluran inguinalis ini seharusnya hanya digunakan untuk membawa struktur tertentu, seperti tali sperma, ke dalam skrotum. Ketika saluran ini melemah atau membesar, jaringan atau organ dalam dapat menonjol melalui celah tersebut.
Penyebab Hernia Skrotalis
Penyebab utama dari hernia skrotalis ialah kelemahan pada dinding otot perut atau saluran inguinalis. Hal ini dapat terjadi sejak lahir atau berkembang seiring waktu karena faktor-faktor berikut:
Keturunan: Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan hernia inguinal, mereka lebih rentan mengembangkan kondisi ini.
Kelemahan Otot: Penuaan, kehamilan, atau cedera bisa menyebabkan otot di sekitar area inguinalis menjadi lebih lemah, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya hernia.
Tekanan Berlebih pada Perut: Aktivitas fisik yang melibatkan angkat beban berat atau batuk kronis dapat memberi tekanan tambahan pada perut dan meningkatkan risiko hernia.
Pada pria, hernia skrotalis sering terjadi sebagai akibat dari struktur anatomi yang lebih rentan terhadap pembesaran saluran inguinalis, khususnya pada masa bayi dan anak-anak, tetapi juga dapat berkembang pada orang dewasa.
Gejala Hernia Skrotalis
Gejala hernia skrotalis bisa bervariasi dari ringan hingga berat. Beberapa pria mungkin tidak merasakan gejala yang signifikan, sementara yang lain mungkin mengalami ketidaknyamanan yang cukup serius. Berikut adalah beberapa gejala umum yang dapat muncul:
Benjolan pada Skrotum atau Selangkangan
Salah satu tanda yang paling mencolok dari hernia skrotalis adalah benjolan yang terlihat atau terasa pada area selangkangan atau skrotum. Benjolan ini umumnya lebih jelas ketika batuk, mengejan, atau berdiri dalam waktu lama.
Rasa Tidak Nyaman atau Nyeri
Pria yang menghadapi hernia skrotalis sering melaporkan rasa tidak nyaman atau bahkan nyeri pada bagian selangkangan atau skrotum, terutama saat terlibat dalam aktivitas fisik berat. Rasa sakit ini bisa semakin parah jika benjolan tersebut tertekan.
Pembengkakan yang Meningkat
Dalam beberapa kasus, hernia skrotalis bisa menyebabkan pembengkakan yang semakin besar, terutama saat seseorang bergerak atau melakukan aktivitas fisik. Pembengkakan ini dapat menghilang atau menyusut ukurannya ketika penderita berbaring atau beristirahat.
Mual atau Muntah (Jika Komplikasi Terjadi)
Jika hernia skrotalis membuat bagian usus terjepit atau terhimpit, ini dapat menyebabkan rasa mual, muntah, dan perut yang terasa keras. Ini merupakan tanda-tanda adanya komplikasi serius yang memerlukan perawatan medis segera.
Pengobatan Hernia Skrotalis
Penanganan hernia skrotalis bergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang dialami oleh pasien. Berikut adalah beberapa pendekatan pengobatan yang umum digunakan:
Operasi Hernia
Hernia skrotalis yang tidak dapat sembuh dengan sendirinya atau yang menimbulkan rasa nyeri yang parah sering kali membutuhkan prosedur pembedahan. Operasi hernia bertujuan untuk mengembalikan organ atau jaringan yang menonjol ke posisi normal dan memperbaiki kelemahan pada dinding otot perut. Operasi hernia dapat dilaksanakan dengan metode konvensional atau melalui laparoskopi, yang bersifat lebih minim invasif dan memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat.
Perawatan Non-Chirurgical
Pada beberapa situasi, jika hernia skrotalis tidak menyebabkan rasa sakit yang signifikan, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan alat penyangga hernia atau gendongan untuk meredakan gejala sementara. Namun, cara ini hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar masalah hernia.
Penanganan Komplikasi
Jika terjadi komplikasi serius seperti hernia yang terjepit (strangulasi), yang dapat menghentikan aliran darah ke bagian tubuh yang terjepit, penanganan medis darurat segera diperlukan. Tanpa penanganan yang cepat, komplikasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan atau usus yang terjepit dan bahkan membahayakan nyawa.
Pencegahan Hernia Skrotalis
Meskipun hernia skrotalis tidak selalu dapat dicegah, terdapat beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terjadinya kondisi ini. Beberapa metode pencegahan meliputi:
Menjaga Berat Badan Ideal
Memiliki berat badan yang sehat dapat mengurangi tekanan pada dinding perut dan saluran inguinalis, yang dapat menurunkan kemungkinan terjadinya hernia skrotalis.
Menghindari Angkat Beban Berat
Meningkatkan tekanan pada perut, seperti saat mengangkat beban berat, dapat memperburuk atau memicu hernia. Sangat penting untuk menerapkan teknik yang benar saat mengangkat benda berat dan menghindari aktivitas yang berlebihan.
Mengelola Batuk Kronis
Jika Anda memiliki kondisi medis yang mengakibatkan batuk kronis, seperti asma atau bronkitis, pastikan untuk mengelolanya dengan pengobatan yang tepat agar dapat menghindari peningkatan tekanan pada perut yang dapat menyebabkan hernia.