Mycoplasma pneumonia merupakan salah satu jenis
pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae. Bakteri ini memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan dengan bakteri biasa dan tidak memiliki dinding sel, yang menjadikannya berbeda dari patogen penyebab pneumonia lainnya. Penyakit ini sering disebut sebagai “pneumonia atipikal” atau “pneumonia walking” karena gejalanya yang umumnya lebih ringan dibandingkan dengan pneumonia yang diakibatkan oleh bakteri lain, meskipun tetap memiliki potensi menyebabkan infeksi serius, terutama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Penyebab dan Penyebaran Mycoplasma Pneumonia
Bakteri Penyebab
Mycoplasma pneumoniae adalah bakteri yang menjadi penyebab utama pneumonia jenis ini. Berbeda dengan bakteri lainnya, Mycoplasma pneumoniae tidak memiliki dinding sel, sehingga memberikan fleksibilitas lebih dan memungkinkan bakteri ini menghindari beberapa mekanisme pertahanan tubuh. Bakteri ini terutama menyerang saluran pernapasan, yang menyebabkan peradangan pada paru-paru dan mengganggu proses pernapasan yang normal.
Bakteri ini lebih sering menyerang orang dewasa muda, remaja, serta anak-anak. Secara umum, infeksi ini lebih umum terjadi di daerah dengan kepadatan populasi yang tinggi, seperti sekolah dan kampus, karena penyebarannya melalui tetesan udara yang dihasilkan saat batuk atau bersin.
Penyebaran Melalui Udara
Penyakit ini menyebar melalui tetesan udara yang dihasilkan oleh orang yang terinfeksi ketika batuk atau bersin. Infeksi ini sangat menular, tetapi gejalanya cenderung lebih ringan dibandingkan pneumonia yang disebabkan oleh bakteri lain, seperti Streptococcus pneumoniae. Oleh karena itu, banyak orang yang terinfeksi tidak langsung menyadari bahwa mereka terjangkit Mycoplasma pneumoniae.
Gejala Mycoplasma Pneumonia
Gejala Utama
Pneumonia yang disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae umumnya menunjukkan gejala yang lebih ringan, namun tetap memerlukan perhatian medis. Beberapa gejala umum dari penyakit ini antara lain:
Batuk kering yang berkepanjangan dan sulit sembuh.
Demam ringan sampai sedang, yang dapat disertai menggigil.
Sakit kepala dan rasa tidak enak badan secara umum.
Nyeri dada ringan, terutama saat bernapas atau batuk.
Kelelahan dan rasa lemas.
Gejala Lanjutan
Apabila tidak segera ditangani, infeksi ini dapat menghasilkan komplikasi yang lebih serius, seperti:
Pneumonia yang parah dengan peradangan yang lebih luas pada paru-paru.
Penyakit pernapasan kronis atau gangguan pernapasan dalam jangka panjang.
Gangguan jantung atau masalah pada sistem peredaran darah.
Namun, kebanyakan penderita Mycoplasma pneumonia mengalami pemulihan yang baik dengan pengobatan yang sesuai.
Pengobatan dan Pencegahan Mycoplasma Pneumonia
Pengobatan Mycoplasma Pneumonia
Mycoplasma pneumonia biasanya dapat diobati dengan antibiotik yang efektif melawan bakteri tanpa dinding sel. Antibiotik yang umumnya digunakan meliputi azithromycin, doxycycline, atau levofloxacin. Pengobatan dengan antibiotik ini membantu mematikan bakteri dan meringankan gejala dalam beberapa hari. Namun, sangat penting untuk mengikuti petunjuk dokter dan menyelesaikan seluruh pengobatan untuk memastikan bahwa infeksi benar-benar sembuh.
Bergantung pada tingkat keparahan penyakit, beberapa pasien mungkin memerlukan perawatan rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intensif, terutama jika mereka mempunyai penyakit lain yang memperburuk kondisi mereka.
Pencegahan Mycoplasma Pneumonia
Tindakan pencegahan utama untuk menghindari infeksi ini adalah menjaga kebersihan dan menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi penyebaran Mycoplasma pneumonia antara lain:
Mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air.
Menggunakan masker jika Anda mengalami gejala batuk atau pilek, untuk mencegah penyebaran tetesan udara kepada orang lain.
Menjauhi orang yang terinfeksi, terutama di lokasi-lokasi ramai seperti sekolah atau kantor.
Menjaga kesehatan fisik dengan pola makan yang baik dan tidur yang cukup guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh.