Rheumatoid Arthritis: Penyakit Autoimun yang Memengaruhi Sendi

Artritis rematoid (RA) ialah penyakit autoimun yang

memengaruhi persendian tubuh, mengakibatkan peradangan, nyeri, dan kerusakan jangka panjang pada sendi. Meskipun RA umumnya menyerang sendi-sendi kecil seperti tangan dan kaki, penyakit ini dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk kulit, mata, dan organ dalam. Artikel ini akan menjelaskan apa itu artritis rematoid, gejalanya, penyebabnya, dan bagaimana cara mengelola penyakit ini.
Apa Itu Artritis Rematoid?
Pengertian dan Penyebab
Artritis rematoid merupakan keadaan di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh sendiri, terutama lapisan tipis yang melapisi sendi (sinovium). Akibatnya, timbul peradangan yang dapat merusak sendi-sendi yang terlibat. Jika tidak ditangani, peradangan ini bisa mengarah pada kerusakan permanen pada sendi dan bahkan deformitas.
Tidak ada penyebab yang pasti untuk RA, tetapi beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap penyakit ini. Faktor genetik, contohnya, dapat memengaruhi kerentanan seseorang. Selain itu, faktor lingkungan seperti infeksi atau paparan terhadap bahan kimia tertentu juga dapat berkontribusi pada perkembangan artritis rematoid.
Walaupun RA lebih umum terjadi pada wanita, pria juga dapat mengidapnya. Penyakit ini biasanya dimulai pada rentang usia antara 30 dan 60 tahun, meskipun bisa muncul pada usia yang lebih muda atau lebih tua.

Gejala Utama Artritis Rematoid

Gejala utama dari artritis rematoid adalah peradangan pada sendi, yang menyebabkan nyeri, kekakuan, dan pembengkakan. Gejala ini sering kali muncul pada sendi-sendi kecil, seperti jari tangan, pergelangan tangan, dan jari kaki, tetapi dapat menyebar ke sendi yang lebih besar.
Gejala Utama RA:
Nyeri dan Pembengkakan: Nyeri pada sendi yang terkena, sering disertai dengan pembengkakan dan rasa panas.
Kekakuan Sendi: Rasa kaku yang biasanya paling parah di pagi hari atau setelah beristirahat lama.
Kelelahan dan Demam: Penderita RA sering merasa lelah, dan beberapa juga mengalami demam ringan.
Deformitas Sendi: Jika tidak diobati, kerusakan pada sendi dapat menyebabkan deformitas dan kehilangan fungsi sendi.
Gejala ini dapat muncul dan menghilang, dengan periode yang disebut flare-up, di mana gejala memburuk, diikuti dengan periode remisi, di mana gejala mereda.
Mengelola Artritis Rematoid
Diagnosis Artritis Rematoid
Diagnosis artritis rematoid biasanya dimulai dengan wawancara medis yang komprehensif dan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa tanda-tanda peradangan pada sendi dan mempertimbangkan riwayat medis pasien. Selain itu, tes darah juga dilakukan untuk mengidentifikasi adanya penanda inflamasi dan autoantibodi, seperti anti-CCP (citrullinated peptide antibody) dan faktor rheumatoid (RF), yang sering dijumpai pada pasien RA.
Tes pencitraan seperti X-ray atau ultrasonografi juga digunakan untuk memeriksa kerusakan pada sendi dan untuk menentukan apakah peradangan sudah merusak struktur sendi.
Perawatan dan Pengobatan Artritis Rematoid
Meskipun tidak ada obat yang dapat menyembuhkan artritis rematoid, berbagai pendekatan pengobatan dapat membantu mengelola gejalanya dan mencegah kerusakan sendi yang lebih lanjut. Pengobatan untuk RA biasanya melibatkan kombinasi obat-obatan, terapi fisik, dan gaya hidup sehat.
Obat-obatan:
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID): Untuk meredakan rasa sakit dan peradangan.
Obat penyakit-modifikasi antirheumatik (DMARDs): Obat ini digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit dan mencegah kerusakan sendi lebih lanjut. Methotrexate adalah DMARD yang paling umum digunakan.
Biologis: Obat-obatan yang ditargetkan untuk mengubah respons imun tubuh, yang sering digunakan untuk RA yang tidak merespons pengobatan konvensional.
Terapi Fisik:
Terapi fisik dapat membantu pasien RA untuk mempertahankan kekuatan serta fleksibilitas sendi. Terapi ini juga bisa mengajarkan pasien cara bergerak dengan lebih efisien guna mengurangi beban pada sendi.
Perubahan Gaya Hidup:
Olahraga Ringan: Aktivitas fisik seperti berjalan, berenang, atau yoga dapat membantu mempertahankan fleksibilitas sendi serta mengurangi kekakuan.
Pola Makan Sehat: Diet antiinflamasi, seperti mengonsumsi makanan yang kaya omega-3 (ikan, kacang-kacangan), buah, sayuran, dan biji-bijian dapat membantu menurunkan peradangan tubuh.
Menghindari Stres: Stres bisa memperburuk gejala RA, maka penting untuk mempraktikkan teknik manajemen stres, seperti meditasi dan pernapasan dalam.
Dukungan Emosional dan Psikologis
Menghadapi penyakit kronis seperti rheumatoid arthritis dapat memicu stres emosional serta psikologis. Dukungan dari keluarga, teman, serta kelompok dukungan RA sangatlah penting. Beberapa pasien juga mendapatkan manfaat dari terapi perilaku kognitif (CBT) untuk mengelola stres dan depresi yang mungkin muncul akibat penyakit ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *